
Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin merupakan lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh Dr. KH. Ikhwan Qomary M.Ag dan Nyai Hj. Umi Fatma S.H., Alhdz pada tahun 1988. Pada awal berdirinya, pondok ini hanya digunakan sebagai tempat mengaji dan belum memiliki bangunan asrama santri. Karena belum ada tempat tinggal khusus, kegiatan mengaji masih bergabung dengan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asya’ariyah. Pondok ini juga turut mendampingi proses berdirinya IIQ (UNSIQ).
Pada tahun 1990, Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin membangun gedung pertamanya yang terdiri dari tiga kamar dan satu mushola, yang kini digunakan sebagai asrama putri dan mushola putri. Pada tahun 1995 dibangun dua kamar di bawah ndalem serta perpustakaan di bagian atasnya. Selanjutnya, dibangun satu gedung dua lantai dengan tiga kamar. Pada tahun 2004–2005 dibangun gedung empat lantai untuk asrama putra. Tahun 2013–2014 dibangun gedung tiga lantai, dan pada tahun 2017–2018 dibangun gedung empat lantai tambahan sehingga kini terdapat tiga gedung asrama putra. Pembangunan terakhir dilakukan pada tahun 2021 berupa gedung dua lantai untuk asrama putri.
Nama “Ittihadut Tholibin” memiliki arti “Persatuan para pencari ilmu”. Nama tersebut dipilih karena pondok ini menjadi wadah bagi santri dari berbagai tingkatan pendidikan untuk bersama-sama menuntut ilmu dalam suasana persatuan dan kebersamaan.
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin dibuka untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pendaftaran dilakukan secara online maupun datang langsung ke kantor panitia. Informasi lengkap mengenai syarat, alur pendaftaran, biaya pendidikan, serta jadwal seleksi dapat diakses melalui halaman khusus pendaftaran.
Fotokopi KK, Akta, serta pas foto.
Isi formulir, verifikasi data, pembayaran, dan Pemberangkatan Santri.
Pendaftaran dibuka setiap tahun menjelang tahun ajaran baru.
Madrasah Tsanawiyah (MTS) di bawah Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin mengintegrasikan pendidikan umum dan keislaman secara seimbang. Pembelajaran dirancang agar santri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter islami, kedisiplinan, serta keterampilan hidup yang kuat.
Kegiatan santri dimulai sejak dini, mulai dari sholat berjamaah, pembelajaran, hingga program penguatan karakter. Semua berjalan terjadwal dan terarah.
Program Tahfidz, pembinaan akademik, serta kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi dan bakat santri.
Santri berhasil meraih prestasi dalam bidang akademik, tahfidz, keagamaan, dan berbagai lomba tingkat daerah hingga nasional.